SENINAR DAN WORKSHOP SAINS

Agustus 4, 2009

Hari Sabtu tgl 25 Juli 2009 menjadi begitu berarti buat kami sebagai penyelenggara Seminar dan Workshop Sains.  Betapa tidak, ini kali pertama kami mengadakan event yang lumayan besar dengan mengundang guru-guru se-kecamatan Sawangan.

Awalnya memang bisa dikatakan, kegiatan ini “hanya” merupakan “side effect”.  Saya yang mendapat tugas sebagai guru sains di sekolah ini merasa belum banyak tahu tentang cara penggunaan KIT IPA yang kebetulan tersedia di sekolah.  Akhir tahun 2008 yang lalu, beberapa “kebetulan-kebetulan” yang lain rupanya menuntunku untuk mulai bersentuhan dengan dunia maya, sampai akhirnya ikutan facebook dan buka blog.  Dari media itulah, akhirnya saya bertemu kembali dengan teman-teman lama termasuk teman saya yang sekarang telah menjadi dosen di UIN Syarif Hidayatullah, namanya Yanti Herlanti.  Selain sebagai teman seangkatan waktu kuliah dulu, saya sempat menjadi partner (atau lebih tepatnya asisten, karena dia leadernya) dalam penelitian  inovatif tentang rumput laut.  “Kebetulan” juga, sekarang dia aktif di Center for Science Education (CSE) yaitu sebuah lembaga yang concern di bidang pendidikan sains dan pengembangannya.  Jadi untuk soal kurikulum IPA, termasuk penggunaan KIT IPA tentu jadi makanannya sehari-hari.

Waktu pertemuan pertama kami sejak lulus kuliah di IPB, aku mengatakan ingin mengikuti pelatihan tentang metode pembelajaran dan penggunaan KIT IPA. Namun dari pembicaraan itu, akhirnya aku malah memberanikan diri untuk menjadi Event Organizer (EO) pelatihan sains. Saya pikir, kalau di SD tidak terakomodir, saya akan mengakses dari TK karena saya juga mengelola sebuah TK dan kegiatan ini akan melibatkan guru-guru TK dan SD dengan prinsip mengenalkan fun science.

Kenekatan itu akhirnya membuahkan hasil.  Ternyata di SD Pd Petir 03, tempat saya mengajar, niat saya itu mendapat tanggapan positif dari rekan-rekan guru dan juga kepala sekolah.  Akhirnya dari beberapa kali pertemuan dengan Yanti baik secara nyata maupun maya, disepakati untuk mengadakan seminar dan workshop.  Sedianya akan dilaksanakan 2 hari, tapi karena berbagai pertimbangan, akhirnya diputuskan untuk mengadakannya sehari penuh yaitu di hari Sabtu tgl 25 Juli 2009.

Walaupun tidak memenuhi target dalam jumlah peserta, tapi secara umum pelaksanaan seminar dan workshop tersebut berjalan lancar dan peserta juga terlihat sangat antusias selama mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir.

Dari kegiatan ini, banyak hal yang kami dapatkan, terutama bagi saya yang masih banyak kekurangan.  Salah satunya adalah, saya belajar bahwa sesuatu akan menjadi baik jika sejak awal kita niatkan Lillahi Ta’ala, mencari keridhoan Allah.

Keputusan saya untuk menceburkan diri di dunia maya bukan keputusan yang mudah karena jika salah sedikit saja dalam melangkah maka seluruh dunia akan menjadi saksi dalam hitungan sepersekian detik.  Sebab itu, kuniatkan semua ini untuk menebar manfaat pada siapapun dimanapun dan aku mohon pada Allah atas bimbinganNya agar tidak salah dalam melangkah.

Paling tidak, dengan terselenggaranya kegiatan ini, niat tebar manfaat itu sudah menemukan jalannya.  Pertemuanku dengan teman lamaku di dunia maya dapat memberikan hal baru bagi dunia pendidikan.  Lingkupnya kecil memang… tapi bukankah sebuah langkah besar pasti dimulai dari langkah yang kecil….?  Semoga ada langkah-langkah berikutnya yang dapat “mengubah dunia”….


SEMUA ADA SAATNYA

Maret 15, 2009

SEMUA ADA SAATNYA

Anakku yang kedua, tahun ini akan keluar dari pendidikannya di sekolah dasar (insya Allah).  Beberapa kali aku merayunya untuk masuk pesantren, tapi kelihatannya dia belum respon.  Tapi entah kenapa, sore tadi selepas ashar, ia begitu bersemangat mengajakku melihat pesantren (MTs Boarding School) yang tidak terlalu jauh dari rumah.  Dandanannyapun begitu rapi.  Biasanya ia pakai jilbab instan, tapi kali ini ia memakai jilbab kain persegi dengan bros sebagai pelengkapnya.

Tidak seperti biasanya, kami pergi hanya berdua (biasanya pasukan bodrex ikut semua).    Jujur, aku agak kaku.  Walaupun maksud kedatangan kami kesana baru sekedar lihat-lihat, tapi kenapa aku begitu tegang ya??

Sesampainya di sana, aku tanyakan beberapa informasi penting yang kami perlukan.  Ternyata untuk masuk ke sekolah itu harus lulus seleksi karena setiap tahun hanya menerima sekitar 25 orang dan pendaftarnyapun bukan hanya dari pulau Jawa tetapi dari berbagai daerah di Indonesia.  Para santri hanya diizinkan pulang setelah ujian semester dan menjelang Idul Fitri.

Anakku tetap bersemangat seperti saat kami berangkat tadi.  Di jalan, dia juga sudah merancang berbagai hal yang akan dilakukannya dan juga permintaannya dibelikan jilbab kain persegi dengan warna yang berbeda-beda.

Aku tercekat.  Inikah waktuku?  Waktu yang mau tidak mau pasti akan sampai juga menghampiriku?  Waktu dimana aku harus “melepas” satu per satu anak-anakku untuk bertebaran di bumi Allah, mencari ilmunya, mencari rizqinya…..dan tak lagi berada di sisiku seperti saat ini?

Tadinya aku yang begitu menggebu-gebu mempromosikan pesantren untuk anakku, tapi sekarang aku sendiri yang “kebingungan” mengendalikan gejolak dalam diriku dan mempertanyakan kesanggupanku untuk melepas kepergiannya.

Pikiranku melayang, teringat saat anak-anak begitu sulit dikendalikan, saat mereka selalu merengek jika meminta sesuatu, saat mereka selalu menjadi “buntut” kemanapun aku pergi.

Ya Allah…..semua ada saatnya, semua ada jalannya. Tak kuasa kuteteskan airmata setibanya di rumah.  Kusembunyikan rasa gundah yang menggangguku.  Aku tidak ingin semua jadi berantakan…

Sering kita kesal pada anak-anak, pada rengekan mereka, pada jeritan mereka, pada tingkah laku mereka yang tidak sesuai dengan keinginan kita.  Tapi suatu saat…. seperti yang kurasakan saat ini…. kita akan merindukan itu semua, rengekan mereka, tangisan mereka bahkan tingkah laku mereka yang aneh-aneh itu…. Dan bahkan suatu saat nanti.. kita yang akan merengek dan memohon pada mereka untuk hadir di tengah kita.

Anak-anakku, maafkan aku… Sejak saat ini akan aku “nikmati” semua rengekanmu sebagai rangkaian dari proses hidupku dan juga hidupmu.      Aku mencintai kalian… sangat….. Kudoakan yang terbaik untukmu…selalu…


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.