KUSADARI
Perenunganku belum selesai,
saat kusadari masih sangat banyak khilaf yang tercecer
di sepanjang jalan yang kutempuhi
jalan yang kurindu akan ridhoMu
jalan yang kuharap dapat menemuiMu
dengan senyumku,,,,
tapi dayaku hanyalah ini
tak berarti dan tanpa arti
haruskah terus seperti ini
tergiling waktu yang terus berlari
meninggalkan diri bersama sunyi,,
tumpuanku hanya padaMu
yang tak pernah lelah mendampingiku
walau begitu sering kumeninggalkanMu
karena kebodohan dan keangkuhanku
ampuni dan ampunilah aku
atas segala dosa dan celaku… Amiin
(Pamulang, 02 juni 2008 – 21.22.30 wib)
====================================================================
SENDIRI
Bulan merasa begitu lemah
saat dia tahu langit tak lagi bersahabat dengannya
menemani malam demi malam
penuh harapan
Bulan sedih dan sendiri
saat ia merasa tak berdaya seperti ini
ingin cepat esok datang
agar dapat ia bersembunyi
di balik terangnya mentari
dan tak harus menemani mimpi
yang kadang ia sendiri tak mengerti
(Bumi Allah, 07 Juni 2008)
====================================================
KITA ADALAH SAMA
Kalau tak ada matahari
Tentu bulanpun rela menerangi bumi
Tanda ketaatannya pada Ilahi Rabbi
Kalau tak ada bintang
Tentu kunang-kunangpun rela menghiasi langit membentang
Tanda ketundukannya pada Maha Penerang
Lalu tak ada beda lagi di antaranya
Karena semua cuma berharap atas RidhoNya
Sama pula dengan kita
Yang tak berbeda
Saat yang kita harap hanya RidhoNya
Written: Bumi Allah, 14 November 2005
=====================================================
BIDADARI-BIDADARI KECILKU
Hidup ini adalah guru
Temukanlah guru dalam hidupmu
Yang mengajarimu banyak hal tentang hidup
Seperti hadirmu dalam hidupku
Yang terus membuat guratan demi guratan penuh arti
Dalam lukisan kehidupanku
Aku ajari kau bicara
Kau ajari aku berlaku sabar
Aku ajari kau berjalan
Kau ajari aku bertindak bijak
Aku ajari kau bermain
Kau ajari aku berbuat adil
Bukankah kita sama belajar..??
Dalam sekian rentang waktu yang telah kita lalui
Dan akan selalu begitu
Sepanjang waktu
Bidadari-bidadari kecilku…
Maafkan aku karena kadang tak menyelamimu terlalu dalam
Seperti aku memaafkanmu atas tumpahan susu di atas karpetku
Maklumi aku karena sering tak memahami tingkahmu
Seperti aku memaklumimu atas mainan berserakan di ruang tamuku
Bukankah kita sama belajar…??
Dalam sekian rentang waktu yang telah kita lalui
Dan akan selalu begitu
Sepanjang waktu
Pamulang, 16 September 2009
Untuk empat bidadari dalam surgaku:
Risyda, Azka, Difa, Nayla
I Love You So Much
====================================================
Surat CINTA untuk CINTA
Dear cintaku, buah hatiku,
hari ini aku sedih bukan main….
hatiku gundah bukan kepalang
dan cuma bisa mengadu pada Sang Pemilik Hidup
cintaku,,,, mengapa kamu tak jujur padaku?
mengapa tak kamu katakan saja padaku?
maafkan aku….
karena aku belum bisa
jadi ibu yang baik buatmu dan adik-adikmu
aku ibumu…
aku yang melahirkanmu dengan taruhan jiwa dan ragaku
ada darahku dalam tubuhmu
ada dagingku dalam ragamu
aku ibumu..
dan aku cuma ingin jadi ibumu
maka jadikan aku jadi ibumu
tempat kamu menumpahkan kisah dan kesah
tempat kamu menyimpan resah dan gelisah
maafkan aku, Nak…
karena belum bisa jadi ibu yang baik buatmu dan adik-adikmu
tapi katakan padaku mengapa kau seperti itu?
padahal aku cuma ingin jadi sahabat
tempat kamu curhat
padahal aku cuma ingin jadi teman
tempat kamu berbagi kebahagiaan
aku ibumu,
dan jadikan aku ibumu
doa dan cintaku tak pernah lepas untukmu
aku berharap..
hari esok yang lebih baik
masih tersisa untuk kita…..
rumahkita, 13 okt 2009
====================================================
Amin, ya Robbal Alamin.
Bukan saja puisinya yang indah
Maknanya pun begitu menggugah.
Semoga terus berkarya, menebar makna …
ibu..
aku tak tahu bagaimana cara tuk membalas jasamu
begitu banyak yang telah kau berikan padaku
dari lahir sampai sekarang
mungkin ku bukan seperti “azka” yang bisa mengatakan
“i love u mom..” kepadamu
tapi jauh dilubuk hatiku aku sangat sayang dan cinta kepadamu..
maaf aku telah banyak membuatmu kecewa dan marah
tapi sebenarnya ku tak ingin membuatmu kesal karena ulahku
aku berjanji akan membahagiakanmu
sebagaimana kau telah membahagiakanku selama ini..
hanya allah yang bisa membalas jasamu
salam sayang kakak risyda
Subhanallah…
Ternyata kamu berbakat menulis puisi ya.
Keep on writing Ken..
thanks 4 ur support