SUDUT MATA BERBICARA

Mei 14, 2012

*it’s not only about the money but it’s about life.. sometimes we have to be patience until the right time come to us*

Pagi itu, setengah berlari kakak yang sudah pamit ke sekolah balik lagi ke dalam. Di tangannya, ada peniti yang menganga.

Kakak: Ibu, siapa yang menjahit sepatu kakak? Baru mau kakak pake peniti nih..

Aku : Ayah, Nak..

Kakak: kapan menjahitnya? Kok aku gak liat?

Aku : Waktu kakak ngajar les di rumah Andri. Jangan lupa sms ayah utk say thank you ya..

kakak : Oke deh..

Taukah kau Nak, semalam ayahmu cerita dengan terbata. Katanya, sedih melihatmu berkali-kali membetulkan sepatu saat ia memboncengmu ke sekolah. Malam tadi, baru kami lihat, sepatu kakak yang menganga. Dan saat Ayahmu menjahit sepatu, aku lihat air mata di sudut matanya seakan berkata, “Maafkan Ayah, Nak…”

(for my lovely family, i love you all as always)

Iklan

PETUGAS POM BENSIN

Maret 31, 2012

Sebuah mobil mewah – yang berpenumpang seorang direktur dan istrinya – sedang mengisi bensin di sebuah SPBU.  Rupanya sang istri kenal dengan petugas pengisi bahan bakar yang bekerja di SPBU tersebut dan mereka berdua terlibat pembicaraan selama beberapa saat.  Setelah selesai mengisi bensin dan mobil mereka beranjak keluar dari SPBU, sang suami bertanya tentang petugas pengisi bahan bakar tersebut.  Istrinya mengatakan bahwa laki-laki tadi adalah mantan pacarnya dulu.  Mendengar hal itu, sang suami tentu merasa bangga dan mengatakan betapa beruntungnya istrinya itu menikah dengannya karena kalau ia jadi menikah dengan laki-laki tadi, tentulah ia menjadi istri seorang petugas SPBU dan bukan menjadi istri direktur seperti sekarang ini.  Sang istri yang mendengar hal itu sebaliknya mengatakan bahwa yang beruntung adalah suaminya.  Tentulah sang suami terkejut mendengarnya.  “Mengapa begitu ?” kata sang suami.  Istrinya dengan tenang mengatakan, “Kalau Papa tidak menikah dengan saya, mungkin Papa tidak akan menjadi direktur seperti sekarang ini”. 

 

Cerita sederhana ini tentu saja mengingatkan diri kita bahwa terkadang kita tidak menyadari arti penting orang lain bagi diri kita.  Kita lebih sering disibukkan dengan menghitung amal kebaikan dan betapa orang lain beruntung dengan keberadaan kita mungkin karena kecantikan kita, ketampanan kita, kekayaan kita, keramahan kita, kepandaian kita  dan segudang ‘kelebihan’  yang melekat pada diri kita.

Sering kita tanpa sadar mengatakan, “Kalau bukan gue yang nolong die, kagak bakalan dia jadi sukses kayak sekarang”, atau “Kalau bukan saya yang ngasih duit pinjaman, gak bakal dia punya warung gede kayak gitu” atau “Kalau bukan ama ane, siapa lagi yang mau nikah ama bapaknya anak-anak”, dan lain sebagainya.  Dengan kalimat-kalimat semodel itu, jelas kita mengatakan “betapa aku sangat berjasa dalam hidupmu”.

Sesungguhnya, jika kita menyadari bahwa semua yang melekat dalam diri kita hakekatnya pemberian Allah dan itu semua hanya merupakan perpanjangan ‘tangan’ Allah untuk membuat orang lain sukses atau berhasil atau mampu melakukan sesuatu, maka tak akan pernah perasaan bahwa “akulah yang berjasa dalam hidupmu”.

Bukankah tidak ada orang kaya jika tidak ada orang miskin.  Tidak akan ada orang cantik kalau tidak ada orang jelek.  Tidak akan ada orang yang disebut pandai jika tidak ada orang bodoh.  Jadi, gak ada gunanya menyombongkan diri kan?

Jika klip di atas bisa dilanjutkan dan suatu saat sang direktur jatuh miskin, kira-kira ‘mantan direktur’ itu masih berkata seperti itu gak ya pada istrinya?  Atau jangan-jangan istrinya malah berpikir, “Mendingan dulu aku nikah ama si Joko biarpun dia cuma tukang bensin.”  Gubrakkkk…


Kejutan Sederhana yang Tidak Sederhana

Januari 5, 2012

Anak-anak memang istimewa. Mereka selalu punya cara tersendiri untuk membuat orangtuanya gembira, terharu, tertawa dan yang jelas “memaksa” kita untuk terus belajar..

Hari Ibu memang bukan sebuah seremonial khusus untuk dirayakan tapi bagaimanapun ….makasih buat surprise-surprise kalian di Hari Ibu yang lalu..

Sekitar jam 3 pagi, dengan masih agak terpejam, aku lihat Difa sibuk mondar mandir di kamarku. Rupanya dia ingin menjadi yang pertama memberikan kejutan. Aku bangun dan aku liat selembar kertas di pintu lemariku..begini kalimatnya:

HAAPPYY MOM DAY…. Happy Mom Day ya… Selamat Hari Ibu. Maafin aku ya Mi, kalo aku suka gak nurut, bandel dan ngeyel, dll ama Umi. Sorry I just can give this to you…padahal kau telah memberikan segalanya dan mungkin segala-galanya untuk kami. Thanks to everything, Mom. And one more ..sorry I just can give this to you. Maafin aku ya mi atas semua perbuatanku… INSYA ALLAH hadiahnya nyusul Difa

Keesokan harinya, Difa member hadiah coklat kecil, biscuit dan bros. makasih sayang…Umi tau Difa harus menabung untuk membeli itu semua…

Sambil menyiapkan beberapa keperluan pagi, ba’da Subuh, ada surat lagi di atas surat Difa. Kali ini dari Kakak….

22 Desember 2011

All people in this world know, today is Mom’s Day. Many people prepare this day to give a present for their Mom. But today, I just can give a little letter just for remember I have to give you something in special day for all mom I this world especially you…. I don’t know what I should say,, but in may deeply heart I just wanna say I LOVE YOU. Sorry I cant give you anything and maybe if I give you the most expensive thing in this world cant be reply all the thing you had done and give… Thank you so much for all, no matter what, you keep us with all of your love since a long time ago until now. May Allah give you long life. I wanna you smile and I don’t wanna look you sad. I wanna you smile happily when I get marry..HAHAHA..

Thanks a lot for all.. thanks for your remind me always altought I know I should do that by myself. Sorry to make you sad everytime. I’ll promise that I’ll do the best in my life, make you smile and make you proud of me 

LOVE YOU ALWAYS & 4EVER, KK

Makasih ya Kak… Englishnya boleh juga.. yang penting berani ya Kak, gak papa masih salah-salah juga. Hehehe..btw, u said when u get marry? Hhahaha… Umi jadi berasa tua nih.. Semoga kita sampai pada saat bahagia itu ya Nak….Aamiin. Oya, makasih juga buat kacamata hitamnya, sangat berguna lhooo..

Pagi itu, Azka gak banyak cakap. Pergi sekolah seperti biasa sama kakak. Siang hari, Azka pulang lebih cepat dari biasanya. Mungkin karena tidak belajar karena besok pembagian rapot. Begitu datang, dia langsung memberiku setangkai bunga dan surat cinta….

Happy Mom’s Day Hey Mom..Thank u for big care to me & big thanks for ur body, money, sweat etc to me.

I’m so sorry Mom, I can’t be the best for u & I just wanna say “love u Mom”

Thank u & Love U

22/12/11

Azka

Makasih ya Nak… Baru kali ini aku dapet setangkai bunga cinta kayak di tipi. Hehehe… Terusin nulis bahasa inggrisnya.. harus berani salah, biar bisa belajar terus..OK?

Malamnya, Azka nulis ini lagi dan ditempel dekat surat cinta yang lainnya. Father

And

Mother

I

Love

You

Baru sadar beberapa hari kemudian, kalo kata-kata itu membentuk kata FAMILY ya?? Aku telmi juga ya kadang-kadang… hehe..

Azka juga mendikte Nayla untuk nulis hal yang sama di Hari Ibu ini yaa.. Dengan tulisan cakar ayamnya, Nayla menulis ini buat Umi..

Happy mom’s Day

Nayla

Makasih anak-anak… Hari Ibu memang bukan perayaan milik kita. Tapi paling tidak, kalian punya sebuah momen yang mengingatkan bahwa AKU CINTA KALIAN…….mmuuuaachh…


Ada dimana cinta?

Desember 9, 2011

Cinta ada dimana-mana…

Di teriknya matahari yang menyengat kulit

Di serpihan kaca bekas piring makan yang jatuh

Di tumpahan susu yang diminum adek

Di dalam buku yang tersimpan di rak

Di dalam mesin cuci yang sedang berputar

Di ceceran oli motor ayah

Di tetesan keringat kakak saat pulang sekolah

Di jari ibu yang terluka di dapur

Di sisa spidol white board bunda guru

Di airmata yang jatuh sepertiga malam

Cinta ada dimana-mana…

Karena cinta selalu bersama kita

Yang selalu melihat sisi baik

Dari setiap hal yang kita alami…


I’tikaf yuukk

Agustus 26, 2011

Salah satu ritual yang rutin kami lakukan beberapa tahun terakhir ini selama Ramadhan adalah i’tikaf. Emang sih gak persis sama dengan yang dilakukan Rasulullah Saw yaitu berdiam diri di mesjid pada 10 hari terakhir Ramadhan. Biasanya kami keluar rumah sekitar jam 2 pagi dengan membawa bekal makanan sahur. Nayla sejak 3 tahun lalu juga ikut. Seringnya ia sedang dalam kondisi tidur pada saat kami berangkat, tapi langsung bangun begitu kami sampai di mesjid.
Mesjid favorit kami adalah mesjid Mujahidin Pamulang, karena disana “lumayan” rame.
Biasanya di mesjid disiapin nasi bungkus buat sahur, jadi alhasil makanan yang kami bawa gak termakan semua. Alhamdulillah…berkah Ramadhan..

Selain beribadah (sholat, dzikir, doa dan baca Al-Qur’an), momen i’tikaf ini kami manfaatkan untuk kumpul keluarga. Sekedar ngobrol, taushiyah, makan atau main sambil menunggu waktu Subuh. Semua kami lakukan di lapangan mesjid di bawah sinar rembulan dan cahaya bintang. Subhaanallah…..indahhh banget…

Ritual keluarga memang menjadi momen penting bagi sosialisasi, edukasi dan internalisasi nilai-nilai moral dan agama (ad diin). Semua itu adalah bagian dari tugas kita sebagai orang tua. Selebihnya, Allah yang menurunkan hidayah kepada siapa yang dikehendaki. Aku hanya bisa lirih berkata pada Sang Khaliq, kalo ini adalah bagian dari usaha kami yang gak seberapa… Masih terlalu banyak kekurangan yang melekat pada diri kami dalam mendidik dan merawat mereka. Semoga Allah mengampuni dosa dan kesalahan kami.

Sebuah harapan juga bahwa ritual keluarga ini akan ditularkan pula kepada cucu-cucu kita kelak dan semoga rantai kebaikan tidak pernah terputus dengan doa dan usaha kita…
Mumpung masih ada beberapa hari lagi di bulan suci ini, manfaatin yuk buat i’tikaf…..


HIDUP DETIK DEMI DETIK

Agustus 9, 2011

Kemarin siang, saat aku mengatar Azka, anak keduaku ke tempat lesnya, aku membaca sebuah tulisan di mading. Lupa judulnya, tapi yang jelas isinya begitu dahsyat menurutku. Lupa juga siapa yang nulis, tapi yang jelas, tulisannya bermanfaat banget buat mengingatkan kita akan hakekat hidup ini.
Makasih ya buat seseorang yang entah dimana atas tulisan itu…
Kurang lebih makna yang saya ambil seperti ini:

Seorang gadis kecil bertanya pada ayahnya, “Ayah, bisakah selama hidup, kita tidak berbuat dosa?” Ayahnya menjawab sepertinya tidak mungkin, Nak..”
“Mungkinkah jika setahun saja kita tidak berbuat dosa sama sekali?” gadis itu bertanya lagi dan ayahnya menjawab dengan jawaban yang sama.
“Bagaimana jika sebulan saja, kita melewati hidup ini tanpa berbuat dosa, bisakah Ayah?” tanyanya lagi pada ayahnya. Lagi-lagi ayahnya menjawab, “Sepertinya juga tidak mungkin, Sayang..”

GAdis kecil itu terus mengejar dengan pertanyaan, “Bagaimana jika seminggu atau sehari tidak berbuat dosa?” dan ayahnya menjawab dengan jawaban yang hampir sama.

Akhirnya ia bertanya, “Bagaimana jika sedetik saja kita tidak berbuat dosa? Bisakah Ayah?”
Kali ini ayahnya tersenyum lebar dan menjawab, “Sepertinya itu masuk akal dan bisa dilakukan.”
Gadis kecil itupun gembira dan berkata, “Kalau begitu, aku mau menjaga detik demi detik hidup yang aku jalani agar aku terhindar dari berbuat dosa. Aku rasa menjalani hidup detik demi detik itu jauh lebih mudah kan, Ayah?”

Subhaanallah…memang begitulah seharusnya kita jalani hidup ini.. Detik demi detik dengan terus menjaga kesucian diri dan keikhlasan hati. Semoga Allah ridho…


Dear Kakak, we love you so much

Juni 14, 2011

Beberapa hari ke depan, kalo Allah mengizinkan, aku akan melihat kakak pake seragam putih abu-abu… Ya Allah…rasanya waktu cepat sekali berlalu… kayaknya baru kemaren aku gendong kamu….aku mandiin kamu (agak lebay gak sih?)

Tapi jujur kak, rasanya umi belum puas mendekap kakak dalam pelukan dan mencium bertubi-tubi pipi kakak…karena sekarang kakak susah dipeluk, susah dicium…..kenapa sih kak?

 

Inget gak nak, dulu kakak selalu ikut aku ngajar les, sampe-sampe kakak pernah jatuh ke got karena udah ngantuk…. Hebat, kakak masih inget ya, padahal waktu itu kakak baru sekitar 3 tahun lho..

Inget gak nak, kita pergi ke monas naik bis kota, ke kebun binatang naik angkot, ke planetarium naik kopaja, ke Jogja naik kereta.

Inget juga kan waktu kakak baru bisa naik sepeda dan jatuh di TK sampe harus diurut ke Cimande…

 

Oya, dulu kakak susah makan lho…(sekarang susah berhenti makan yak??? Hehehe). Kalo nyuapin kakak harus sabar, bisa sampe 1 ½ jam lebih. Tau gak? Kakak kan takut ama sendok. Waduhh repot deh jadinya.. mau pake sendok, tapi harus pake kacang goreng. Biar kriuk-kriuk ya kak? Tapi kakak dari kecil jaang nangis. Kalo umi lagi masak atau nyuci, kakak bisa main sendiri.. Kakak hebat ya…

 

Kak, semua gak akan terulang lagi kan? Tapi setiap detik yang kita lalui pada hakekatnya kita sedang mengukir sejarah… sejarah yang akan jadi pelajaran dan kita petik hikmaknya. Sedih, bahagia, kecewa, gembira…adalah episode yang menjadikan diri kita menjadi seseorang. Kenanglah semua sebagai sesuatu yang berharga dalam hidupmu ya Nak…

 

Selagi masih ada waktu, umi cuma mau bilang, bahwa ada satu momen persembahan kakak yang gak pernah umi lupakan. Waktu kakak ikut olimpiade matematika se Jabodetabek kelas 6 SD. Umi yang kebetulan sekaligus jadi guru pendamping dari SD Pd Petir 03, bener2 bahagia. Bukan saja karena SD kita masuk final tapi lebih dari itu, kakak, anak umi yang sholehah, masuk jadi finalis. Saingannya lumayan banyak ya kak, 400an orang. Kakak urutan ke 18 waktu masuk final. Emang sih gak jadi juara, tapi jujur nak, waktu nama kakak dipanggil jadi finalis, umi berasa terbang ke awan….(hiperbola gak sih?)

Makasih ya kak…. Umi bangga ama kakak..

 

Kak, kebaikan apapun yang kakak peroleh, harus selalu ingat ya, bahwa yang utama adalah karena karunia Allah dan juga kontribusi doa dan support orang tua, dan yang gak kalah penting adalah usaha keras yang kakak lakukan..

 

Bersiaplah menghadapi dunia dengan segala pernak perniknya. Jangan pernah sombong atas apa yang telah kakak capai karena hanya kehancuran yang didapat oleh orang yang sombong. Dekatlah selalu pada Allah dan mohon pertolongan padaNya setiap saat. Umi abi bukan orang yang gak pernah salah, tapi hormatilah kami karena itulah kewajibanmu sebagai seorang anak.

Ingatlah, bahwa kami selalu ada untukmu…

 

Berangkatlah nak, menyongsong masa depanmu…doa kami menyertaimu… We love you so much